Skip to main content

Posts

Menuju < 3676 mdpl

Menuju 3676 mdpl Setelah perjalanan solo dari Bengkulu, Allah tidak pernah habis-habisnya mengabulkan permintaan umat-Nya, termasuk saya (walaupun mungkin ini sedikit memaksa). Perjalanan ini sudah direncanakan 3 bulan sebelumnya, pembagian jobdesk sudah dibagi dengan jelas dan saya kebagian jadi kokinya ( just accept that part, even don’t have any idea what menu should i cook) , anggaran dana sudah di kalkulasikan, peralatan pun sudah di list dan itenerary sudah mantap dari hasil revisi beberapa kali disesuaikan dengan kondisi Semeru saat itu. Ini merupakan kali pertama saya melakukan perjalanan, berkemah, mendaki gunung yang akan membutuhkan lama perjalanan selama 4 hari. Tidak begitu banyak berkontribusi mengatur perjalanan, saya memilih untuk mengikuti intruksi yang ada ataupun mengikuti apa  yang karib saya, yaitu Vita as Pitbul dan Endah as Smeggy (asal kata dari Smeagol) lakukan. Mereka sudah beberapa kali melakukan pendakian, pastinya sudah lebih memiliki peng...

Menapaki Bengkulu yang Berliku-liku

Jadi kamu mau fokus ke Semeru atau nyari uang Nya? Salah satu pertanyaan yang terlontar membuat saya berpikir lebih dalam. Jadi saya punya rencana berangkat backpacker -an ke Malang tepatnya ke Gunung Semeru, tapi harus nyari uang tambahan untuk bisa membiayai ongkos perjalanan dan bekal ke sana. Sebenarnya bebas mau gunung apa, asalkan saya bisa mendaki sampai puncaknya juga sudah cukup. Because one of my bucket list is reach on the top of the mountain. Ya, saya jawab saja sebenarnya saya fokusnya ke Semeru sih, ya tapikan butuh uang kesana juga.  Pertanyaan dan pernyataan selanjutya pun terlontar dengan nyeplos. Siapa tau kamu kesana ga cuma diongkosin tapi di bayar. Terus kenapa cuma Semeru? Kenapa ga seluruh Indonesia aja? JLEB! Betul juga ya? Apalagi angan-angan dari dulu itu ingin bertemu langsung satwa-satwa endemik di Indonesia di habitat aslinya bukan kebun binatang. Cuma untuk jadi kenyataan pun mungkin sulit.  (saya harus mention nama tokoh hebat yang t...

Sunflowers never cease to amaze me

Sudah sedari dulu ingin sekali punya bunga matahari yang tumbuh di pekarangan rumah. Mekar dengan pancaran warna kuningnya yang cerah, tumbuh mengikuti arah sorotan sinar matahari. Sedap! Bunga matahari ( Helianthus annuus) pertamaku sukses tumbuh di pekarangan berkat sumbangan bibit dari salah satu tokoh inspiratifku yaitu om Sudarmanto Edris (bisa cek sosial medianya @sangpemotret). Beliau lebih senang di panggil tukang motret daripada fotografer hehe, pecah banget karyanya terutama untuk foto-foto makro nya. Banyak hal yang sangat menginspirasi dari beliau ini, salah satunya beliau suka menanam di pekarangan rumahnya, dan hampir seluruh objek fotonya itu dari pekarangan rumahnya sendiri. Kerenya adalah beliau sengaja menanam, sekaligus ngejaga penghuni yang ada di tiap tanaman. Sebut saja sang penghuni pohon jeruk nipis, ulat ( Papilio memon) yang lagi rakus banget makanin dedaunannya. “ Itu ulat aku biarkan saja disitu, ngga aku bunuh. Dan yang aku baru tau itu ternyata ula...

22. "Where have you been twenty two?" Upsss sorry i mean, Finally I found you twenty two!

“Darimana saja kamu! baru merasakan dan menyadari hal seperti ini sekarang”. Ya pernyataan seperti ini selalu muncul di dalam benakku, berulang-ulang kali di tiap kondisi tertentu. Saya anggap pernyataan itu adalah wujud penyesalan. Saya tidak akan membiarkan pernyataan diatas terus tersirat   karena saya tidak ingin menyesali apa yang telah saya perbuat. Kekeliruan, kesalahan, kejahatan, kebaikan, kesukaran, kemudahan yang lalu. Semua itu sudah menjadi sejarah. “Sejarah adalah sesuatu yang dapat berbicara walaupun bisu dan hidup walaupun terkubur di lapisan bumi yang paling bawah” (Kutipan yang luar biasa dari penulis Dr. Muhammad Yahya Waloni, 2007 ). Simpan sejarah itu baik-baik di dalam memori mu jadikan itu sebagai pengalaman dan pelajaran hidup yang tidak semua orang mengalaminya untuk bekal di masa depan . Sungguh saya akan terus berusaha untuk tidak memunculkan perkataan seperti itu di dalam benakku kali ini, sejam kemudian, besoknya, seminggu kemudian dan seter...